Semakin lama saya hidup, semakin saya sadar
Akan pengaruh sikap dalam kehidupan
Sikap lebih penting daripada ilmu,
daripada uang, daripada kesempatan,
daripada kegagalan, daripada keberhasilan,
daripada apapun yang mungkin dikatakan
atau dilakukan seseorang.
Sikap lebih penting
daripada penampilan, karunia, atau keahlian.
Hal yang paling menakjubkan adalah
Kita memiliki pilihan untuk menghasilkan
sikap yang kita miliki pada hari itu.
Kita tidak dapat mengubah masa lalu
Kita tidak dapat mengubah tingkah laku orang
Kita tidak dapat mengubah apa yang pasti terjadi
Satu hal yang dapat kita ubah
adalah satu hal yang dapat kita kontrol,
dan itu adalah sikap kita.
Saya semakin yakin bahwa hidup adalah
10 persen dari apa yang sebenarnya terjadi pada diri kita,
dan 90 persen adalah bagaimana sikap kita menghadapinya.
Akhirnya: Seluruh pilihan terletak di tangan Anda, tidak ada JIKA atau TETAPI. Andalah pengemudinya. Andalah yang menentukan JALAN HIDUP ANDA…!
Selasa, 16 Agustus 2011
usaha?
Semua orang ingin berhasil dalam bidangnya masing-masing, karena itulah orang berusaha yang terbaik yang mereka bisa, tetapi tidak semua usaha benar-benar berhasil, tidak semua orang bisa benar-benar mencapai keberhasilan. Yang membedakan hanyalah seberapa besar keinginan dan usaha kita untuk benar-benar berhasil itu. Apakah motivasi Anda untuk sukses sudah membuat Anda tidur lebih larut dan bangun lebih pagi?.
Sekali waktu mungkin Anda mendapat durian runtuh, tetapi lebih seringnya Anda mendapat durian dengan membelinya dengan usaha atau ditraktir teman. Dan teman yang baik seperti itu juga perlu Usaha untuk mendapatkannya, tidak mengalir begitu saja. Banyak orang yang tidak berhasil mendapatkan teman-teman yang baik juga.
Apakah Anda yakin jika kita berusaha sebaik yang kita bisa serta dengan izin Yang Maha Kuasa kita masih bisa membuat keberhasilan itu lebih besar kemungkinannya ? Apakah Anda yakin bahwa Anda telah berusaha sebaik mungkin? Apakah Anda yakin tidak bisa melakukan sedikit usaha perbaikan lagi ? Apakah Anda akan memulai usaha untuk menjadi lebih baik lagi sekarang?
Jawaban YA untuk setiap pertanyaan diatas yang jatuh pada tangan seseorang yang mempunyai motivasi yang kuat dan mampu menjadikannya suatu tindakan atau ACTION, akan membuat perbedaan yang besar. Sedangkan tidak merespon sama sekali misalnya dengan tidak menjawab di dalam hati sekalipun berarti 5 menit belakangan ini sudah sia-sia.
Sekali waktu mungkin Anda mendapat durian runtuh, tetapi lebih seringnya Anda mendapat durian dengan membelinya dengan usaha atau ditraktir teman. Dan teman yang baik seperti itu juga perlu Usaha untuk mendapatkannya, tidak mengalir begitu saja. Banyak orang yang tidak berhasil mendapatkan teman-teman yang baik juga.
Apakah Anda yakin jika kita berusaha sebaik yang kita bisa serta dengan izin Yang Maha Kuasa kita masih bisa membuat keberhasilan itu lebih besar kemungkinannya ? Apakah Anda yakin bahwa Anda telah berusaha sebaik mungkin? Apakah Anda yakin tidak bisa melakukan sedikit usaha perbaikan lagi ? Apakah Anda akan memulai usaha untuk menjadi lebih baik lagi sekarang?
Jawaban YA untuk setiap pertanyaan diatas yang jatuh pada tangan seseorang yang mempunyai motivasi yang kuat dan mampu menjadikannya suatu tindakan atau ACTION, akan membuat perbedaan yang besar. Sedangkan tidak merespon sama sekali misalnya dengan tidak menjawab di dalam hati sekalipun berarti 5 menit belakangan ini sudah sia-sia.
apa arti dari sahabat?
Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.
Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.
Chika says:
“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”
Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
Berikut adalah kutipan pernyataan dari seorang sahabat:
Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.
Chika says:
“Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”
17 Hal yang harus diingat
1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek oleh orang yg mendengarkannya.12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan budi orang2 yang telah membantu kita.14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna dengan siapapun juga.16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi fisik. Semua orang itu SAMA!!!
Senin, 01 Agustus 2011
★Jangan memuji kecantikan pelangi★
Tapi pujilah Allah
Yang menciptakan Langit & Bumi
Jangan percaya
Denga kata-kata bijakku
Tapi percayalah Firman Allah yang Maha Benar
Jangan masukkan namaku di hatimu
Tapi masukkan nama Allah
Hingga hatimu tenang
Jangan sedih jika cintamu di dustakan
Tapi sedihlah jika engkau dustakan Allah
Jangan pula engkau minta cinta kepada penyair
Tapi mintalah kepada Allah
yg memiliki cinta yg kekal dan sejati
Ya Allah yang Maha Rahman & Rahim
Jangan jadikan hatiku batu yg mengeras
Hingga lupa akan rahmatMu
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
★
人
(____)
. ┃口┃
..┃口┃
..┃口┃ ★
. ┃口┃ '''人
. ┃口┃ '''''(_____) 人
. ┃口┃ '''(__________) (____) 人
. ┃口┃____╭━━━━━╮_____'|_口|______ 三
. ┃╭╮╭╮╭╮╭╮╭╮╭╮╭╮ |三||╭╮╭╮ ||
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃ |三||┃┃┃┃ ||
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃ |三||┃┃┃┃ ||
. ┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃┃ |三||┃┃┃┃ ||
━━━(MARHABAN YAA RAMADHAN )━━━━
___(MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN)___
karya nggak jelas.,.,!!!!
Suatu pagi yang cerah. Seorang pemuda tampan bernama Noval sedang duduk di kursi dengan nyaman. Dibawah terik matahari yang menemaninya duduk, dia membaca buku dengan amat serius. Meskipun burung burung berkicauan di atas langit, dia pun tidak menghiraukannya. Tiba tiba datanglah bapak si anak itu. Bapak Alief namanya. Bapak pun memanggil anaknya penuh dengan ceria seperti matahari yang sedang menyinari dunia. Dia menyuruh si Noval untuk membelikan bahan masakan untuk hari ini.
“Ini nak uangnya!” ujar Pak Alief. “Apa tidak kebanyakan pak? Bukankah kita hanya butuh uang dua puluh ribu saja?” sahut Noval dengan heran. “Tidak nak. Siapa tau nanti harganya naik?” kata Pak Alief dengan senyum ceria. “Ya sudah kalau begitu. Aku berangkat ya pak! Assalamu’alaikum!” salam Noval dengan paham. “Wa’alaikumsalam” jawab Pak Alief. Noval pun berangkat dengan menaiki sepedanya yang berwarna kuning.
Sesampainya di pasar, Noval langsung memarkir sepeda dan masuk kedalam pasar. Di dalam pasar, terdapat sebuah toko yang penjualnya sangat baik hati. Dia bernama Masruroh. Atau biasa dipanggil Ibu Ruroh. Di toko itu Noval membeli telur setengah kilo. Lalu dia memberikan uang kepada Ibu Ruroh. Tidak berlama lama, Noval pamit dan meninggalkan toko itu.
Setelah itu Noval pergi ke toko yang lain. Yaitu tokonya Ibu April. Di toko itu Noval membeli seluruh bahan untuk dibuat sayuran. Noval pun diberi harga murah oleh Ibu April. Karena Ibu April adalah teman bapaknya Noval ketika sekolah dulu. Akhirnya Noval pun puas karena telah menjalankan tugas dari bapaknya. Akhirnya Noval pulang dengan gembira.
Sesampainya di rumah, Noval segera memberikan hasil belanjaanya kepada bapaknya. Lalu Noval disuruh bapaknya untuk menjaga adiknya, Aisyah. Karena Aisya anaknya pendiam, jadi Noval tidak perlu menjaga adiknya dengan sulit. Aisyah juga sangat bermain dengan Noval karena Noval adalah anak yang lucu dan sukanya berimajinasi. Setelah lama menjaga adiknya, Noval mengantuk dan akhirnya dia tidur. Di dalam tidurnya dia bermimpi sesuatu.
Noval bermimpi tentang seorang teman yang berasal dari Kalimantan berkenalan dengan seorang temannya yang berasal dari Malang. Perempuan yang berasal dari Kalimantan itu bernama Via dan ia berkenalan dengan seorang Afifah yang berasal dari kota Malang. Setelah dua anak itu berkenalan, mereka pergi ke sebuah sekolah yang di sekolah itu terdapat seseorang berasal dari kota Probolinggo dan dia bisa berbicara menggunakan bahasa madura.
Karena Via dan Afifah tidak bisa berbicra dengan bahasa madura, mereka datng ke anak yang lain. Di pojok kelas, ada seorang wanita. Dia bernama Dinah. Mereka pun saling berkenalan dan Afifah bertanya kepada Dinah. “Halo!! Apakah kamu bisa berbahasa madura??” tanya Afifah penuh dengan senyum. “Maaf ya.. Sya ini orang Bali.. Jadi saya hanya bisa bahasa bali, jawa, dan indonesia saja. Dan saya tidak bisa bahasa madura.” jawab Dinah dengan gerak badan yang sering dia lakukan. Ketika itu Dinah menolong kedua anak tersebut. Dinah pun menanyakan pada seorang temannya bernama Mutia.
Karena Mutia agak bisa bahasa madura, Dinah pun mengajak Mutia untuk bertemu Afifah dan Via. Pada saat itu, Via langsung merangkul Mutia. Begitu pula dengan Mutia. Ternyata mereka adalah saudara yang selama ini jarang bertemu. Tidak lama kemudian, keempat cewek ini kembali kepada seorang Wildan. Sebelum sampai di tempat Wildan tadi, Mutia mengajak seorang cewek lagi. Dia benama Hafsah. Mutia mengajak Hafsah karena mereka berdua adalah tetangga dekat dan mereka sering bermain berdua.
Sesampainya di tempat Wildan tadi, Wildan telah ditemani oleh dua anak berbadan tinggi dan kurus. Dia adalah Hamzah dan Reza. Ketika Hamzah ini bertemu Via, dia seakan-akan malu karena ia biasa dijodoh-jodohin oleh teman-temannya dengan seorang Via. Karena Hamzah dan Via dulu tidak sengaja bertemu. Dan karena Via itu ternyata adalah murid dari sekolah itu dan Via adalah teman Noval satu kelas.
Tiba-tiba Hamzah ingin ke kamar mandi. Dia pun pergi ke kamar mandi bersama Reza dan meninggalkan Wildan sendirian. Di kamar mandi, dia menunggu seorang cewek. Dia bernama Salsa. Karena Salsa terlalu lama di kamar mandi, akhirnya Hamzah pun tertidur dan Reza pun masuk ke kamar mandi duluan. Hamzah bermimpi tentang seseorang temannya yang sangat pintar menggambar. Dia adalah Helmi.
Setelah Salsa dan Reza keluar dari kamar mandi, mereka berdua membangunkan Hamzah dengan serempak. Hamzah pun terbangun dan dia tidak jadi bermimpi tentang seorang temnnya yang bernama Helmi. Akhirnya, karena Salsa cewek sendiri diantara tiga anak itu, Salsa langsung meniggalkan dua cowok tersebut. Hamzah dan reza meniggalkan tempat itu pula.
Reza kembali ke tempat Wildan. Namun, Hamzah malah pergi ke sawung. Di sana tertampak seorang helmi sedang makan bersama Aldi, Ijlal, dan Ilham. Merka berempat sedang membicarakan tentang seorang wanita. Dia adalah Izzah. Akhirnya Hamzah menghampiri mereka dan ikut ngrumpi bareng. “Temen-temen.. Kalian tau nggak gossip terbaru di sekolah?” ujar Helmi. “Apa?” sahut Aldi, Hamzah, Ijlal, dan Ilham dengan penuh keheranan. Lalu Hamzah berkata “Soal Ijlal yang mau pindah?”. “Iya.. Apa benar kata Hamzah. Tapi, kalau aku akan pindah.. Pasti semua sudah tau..” ungkap Ijlal dengan tawa. “Bukan..” kata Helmi. “Terus apa?” kata Ilham dan dan Aldi. Helmi terdiam sejenak.
Setelah mereka semua terdiam, Helmi berkata lagi. “Izzah teman kita ketahuan kalau dia membawa hp..” kata Helmi dengan serius. “Gitu aja di omongin.. Tapi.. Siapa yang mengetahui kalau Izzah membawa HP ya?” ujar Hamzah dengan ekspresi yang penuh dengan ingintahu. “Kata Fanin sih Bu Tata.. Tapi nggak tau lagi jelasnya..” ujar Helmi. Bu Tata adalah pengasuh asrama putrid kelas delapan. “Kalau begitu kita pergi saja ke Fanin!!” sahut Ilham dengan penuh kepercayaan. “Tapi masalahnya.. Fanin sekarang ada dimana?” tanya Aldi. “Kita tanya ke Jihan dulu saja..” ucap Ijlal. “Okelah..” ajak Helmi dan Hamzah.
Sesampainya di Jihan, Ijlal langsung menanyakannya. “Han.. Apa kamu tahu tentang masalah Izzah yang ketahuan membawa hp itu?” tanya Ijlal dengan heran. “Kalau masalah itu aku tidak tau.. Yang tau hanya Fanin, Kak Tata, dan Izzah sendiri..” jawab Jihan. “Kalau begitu.. Kita sekarang mencari Fanin bersama yuk!!” ajak Aldi. “Tapi.. Aku dan Hamzah tidak bias ikut karena kita dipanggil Pak Yuli..” ujar Helmi. Pak Yuli adalah kepala sekolah kita yang selama ini telah membimbing kita dalam belajar. “Ya sudah.. Cepat ke Pak Yuli!!” perintah Aldi kepada dua anak tersebut.
Akhirnya Jihan, Ijlal, Ilham, dan Aldi pergi ke Fanin untuk menanyakan suatu hal tersebut. Kebetulan Fanin sedang duduk di teras masjid yang berada di sebelah kantin sekolah. Di sana Fanin sedang bermain sendiri. Ketika mereka menghampiri Fanin, datanglah seorang Izzah. Akhirnya Izzah dan Fanin bercerita dan teman-teman yang lain mendengarkan. Dan selesaiah maslaah yang telah beredar dan yang sangat menarik hati itu. Lalu mereka meninggalkan area kantin.
Fanin pergi sendiri. Dia ingin menghampiri Khubaib. Karena ada tugas kelompok yang belum diselesaikan. Mereka akhirnya sepakat bahwa akan mengerjakannya saat ini. Namun, ternyata salah satu anggota dari kelompok mereka sakit. Dia masih dirawat di rumah Pak Yuli. Dia bernama Defri. Dia berasal dari Kalimantan. Dia sebetulnya ingin sekali kerja kelompok bersama teman-temannya.
Satu minggu Defri lalui masa sakitnya. Namun dia masih juga belum sembuh. Lalu salah satu temannya yang bernama Akbar mengadakan acara untuk menjenguk seorang Defri yang sedang sakit. Karena teman-teman setuju, akhirnya teman-teman mengambil uang kas kelas yang ada. Mereka akhirnya berangkat besok pagi.
Pagi-pagi sekali, Akbar dengan Khubaib selaku pelopor dalam mengajak teman-teman pergi kerumah Pak Yuli, mereka izin keluar sebentar. Dan ternyata Pak Yuli mengijinkan. Setelah itu, mereka langsung menuju rumah Pak Yuli. Mereka berangkat dengan menggunakan sepeda. Mereka sangat semangat karena bisa menjenguk temannya yang sedang sakit. \
Sesampainya dirumah Pak Yuli, mereka mengetuk pintu. “Assalamu’alaikum” kata Akbar. Defri langsung menyambut mereka semua dengan gembira karena telah peduli dengan temannya yang sakit. “Silahkan masuk!” ajak defri dengan muka pucat. Namun di dalam hatinya tetap saja gembira. Di suasana yang menggembirakan satu dengan yang lain ini, tiba datanglah deorang Nafisah.
“Permisi.. Assalamu’alaikum..” salam Nafisah. “Wa’alaikum salam” swmua menjawab. Nafisah duduk di kursi yang pojok. Setelah berbincang-bincang, tiba-tiba Nafisah mengajak mereka semua kembali ke sekolah. Karena sudah jam 09.00, mereka semua akhirnya pamit untuk kembali. Kebetulan Defri juga butuh istirahat.
Sampai di sekolah, Nafisah sudah tidak menghiraukan teman-temannya. Karena dia tadi hanya bertugas untuk memanggil teman – temannya saja. Dia kembai masuk ke dalam kelasnya. Ternyarta di kelas sudah dimulai pelajaran Bahasa Indonesia. Nafisah meminta maaf atas keterlambatannya itu. Akhirnya Nafisah dimaafkan dan dipersilahkan untuk duduk.
Pelajaran Bahasa Indonesia telah berakhir. Dan kini saatnya istirahat untuk sholat dhuha dan snack time. Kebetulan hari ini Nafisah yang bertugas menjadi lidder di kelas. Nafisah mengajak teman-temannya pergi ke masjid untuk melaksanakan sholat dhuha. Semua murid melaksanakan perintah Nafisah. Di dalam hati, Nafisah bangga dan senang sekali bisa mempunyai teman-teman yang sangat taat dan patuh itu.
Di masjid, teman – teman Nafisah mengambil air wudhu. Mereka rela mengantri walaupun dengan beriri. Mereka biasa menjalankan sholat dhuha 2 raka’at. Setelah itu, mereka menjalani snack time di kantin. Ternyata di kantin telah ramai.
Namun, ada salah satu teman putri benama Qoni’a tidak membawa uang. Dia berasal dari Mandau, Palangkaraya. Dia salah satu anak dari pendiri sekolah ini, Ust. Amanto Suryalangka. Akhirnya Nafisah menyuruh Qoni’a untuk meminjam uang ke Qonitah. Qonitah adalah salah satu murid yang berasal dari Jakarta. Dia anaknya biasa-biasa saja namun agak humoris.
Akhirnya Qonitah meminjamkan uang kepada Qoni’a. “Seribu saja cukup kan?” Tanya Qonitah dengan mengeluarkan uang dari sakunya. “Ya sudah. Nggak masalah” jawab Qoni’a sambil menerima uang dari Qonitah. Memang Qonitah ini anaknya dermawan. Dia juga senang melihat temannya gembira.
Waktu istirahat telah usai. Kini saatnya semua murid kembali ke kelas. Qonitah kembali ke kelas dengan Riska. Karena riska adalah sahabat dari Qonitah. Riska adalah anak yang rame ketika di kelas dan dia adalah salah satu murid yang sangat Humoris. “Qon, agak cepat! Keburu masuk!” ajak Riska kepada Qonitah. “Ya udah cepetan!” jawab Qonitah.
Sampai dikelas, ternyata masih ada Rizky yang lagi duduk-duduk di kursi depan kelas. Qonitah masuk duluan. Tapi tidak dengan Riska. Mereka malah berbincang-bincang. Setelah berbincang-bincang, Riska mengajak Rizky untuk masuk ke kelas. “Riz, ayo masuk. Gurunya sudah datang!” ajak Riska. “Duluan deh!” balas Rizky. Akhirnya Riska masuk ke dalam kelas lebih dulu.
Rizky tak mau masuk karena dia menunggu temannya, Romy. Dia ingin berbicara sebentar dengan Romy. Karena ada suatu hal yang harus diomongkan. Lima menit telah berjalan, Romy akhirnya dating di hadapan seorang Rizky. “Nggak masuk Riz?” ajak Romy. “Aku mau ngomong sama kamu sebentar. Tentang hal yang kemarin itu lo!” sahut Rizky. “Tapi gurunya sudah datang” nasehati Romy. Akhirnya Rizky masuk ke dalam kelas.
Rizky dan Romy duduk sebangku. Lalu, Rizky mengeluarkan buku pelajaran. Tiba-tiba Rizky mengantuk. Dia akhirnya tidur dikelas. Romy merasa kesempitan kerena setengah bangkunya sudah dikuasai Rizky untuk tidur. Romy tidak tahan. Akhirnya Romy pergi keluar kelas untuk mengambil minum.
Di luar, ada Salma sedang berjalan dengan membawa tas milik Savira. Romy disuruh Salma membantu menaruhkan tas karena Salma terlihat sangat lelah sekali. “Rom, tolong taruh tas ini di tempat duduk Savira ya!” pinta Salma. Tanpa menjawab, Romy langsung membawa tas itu ke tempat duduk Savira. Tapi, Salma melihat sepatu teman-temannya berserakan. Salma akhirnya membereskan sepatu milik teman-temannya sebelum terbuah di sampah.
Lalu Salma mengetuk pintu dan membukanya. “Asslamu’alaikum!” sapa Salma. “Wa’alaikum salam” jawab semua murid dengan nada agak tinggi. “Savira kemana? Kok dari tadi belum masuk kelas?” kata salah seorang murid. Kepala Salma menggeleng karena Salma tidak tau.
Tiba-tiba Savira datang. “Ini dia anaknya!” kata Salma. Mungkin kali ini Salma agak bosan. Jadi Salma tidak memperdulikan. “Aku tadi dari kamar mandi” kata Savira ke Umai. Umai langsung mengerti karena mereka berdua sudah lama berteman sejak Sekolah Dasar dulu. Jadi umai tak perlu menanggapi Savira. Savira akhirnya duduk ke tempat duduknya.
Umai tiba tiba berfirasat bahwa guru akan datang. Dia langsung mempersiapkan bukunya. Namun, Umai lupa kalau bolpoinnya di pinjam dengan adiknya.Uami mencari pinjaman. Dia mendapatkan pinjaman dari salah satu teman yang duduk bersebelahan dengan bangkunya. Dua menit kemudian guru datang. Sepertinya ini perjalanan mimpi yang terakhir.
Kring! Kring! Kring!!! Yusron datang ke rumah Noval. Dia langsung disambut oleh Pak Alief. “Noval ada pak?” tanya Yusron kepada Pak Alief. “Dia masih tidur. Tapi sepertinya sudah bangun.” jawab Pak Alief. Tiba-tiba Noval Datang. Yusron bertanya kepada Noval. “Val, kamu habis mimpi ya?” tanya Yusron. “Iya!” jawab Noval dengan muka lesu. Akhirnya Noval menceritakan kembali kepada Yusron tentang mimpinya semalam.
Langganan:
Postingan (Atom)

